Sabtu, 26 Februari 2011

PENGELOLAAN TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU UMAR BIN KHATHAB KUDUS


BAB III

 A. Tinjauan Umum TKIT Umar bin Khathab Kudus

1.    Sejarah Berdirinya dan Letak Geografis TKIT Umar bin Khathab Kudus
TKIT Umar bin Khathab berdiri pada bulan Juli 1999 dibawah naungan Lembaga Sosial Al Fath.
Pendirian TKIT Umar bin Khathab Kudus berlatar belakang rasa kebutuhan terhadap suatu model pendidikan yang lebih kompleks dari sekedar pendidikan formal yang saat ini telah banyak di Kabupaten Kudus.
Fenomena lain yang menjadi pertimbangan adalah banyaknya wanita yang memasuki dunia kerja, sehingga praktis waktu pagi hingga sore hari mereka tidak dapat menyertai anak-anak pra sekolah di rumahnya. Anak-anak tersebut kemudian ditemani pembantu serta televisi yang kurang bersahabat dengan proses pendidikan anak. Apalagi televisi justru memberi dampak negatif bagi pendidikan anak.
Dengan latar belakang itulah Lembaga Sosial dan Pendidikan (LSP) Al Fath bertekad mendirikan sebuah lembaga pendidikan pra sekolah yang diketuai oleh Setia Budi Wibowo, S.Ag dibantu oleh beberapa pengurus lainya serta sukarelawan dari berbagai latar belakang pendidikan.
Dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar, TKIT Umar bin Khathab menempati sekretariat LSP Al Fath di Jalan KH. A. Dahlan No.1 Kudus. Jumlah siswa pada awal didirikan adalah 19 siswa, terdiri dari 11 putri dan 8 putra. TKIT Umar bin khathab dikepalai oleh Aisiah Rachmawati, Psi.
Pada perjalanannya setiap tahun peminat TKIT Umar bin Khathab Kudus semakin meningkat, sehingga ditahun ke III dan ke IV lokasi yang ada tidak mampu menampung penambahan siswa. Dengan demikian mendorong pihak sekolah untuk mencari alternatif penambahan lokasi, akhirnya mendapat pinjaman tempat dari Ibu Hj. Thoriq Falech di Desa Glantengan Gang Gotong Royong No. 130 untuk kegiatan belajar mengajar.
Memasuki tahun ke VI, salah satu tempat pinjaman akan digunakan pemiliknya, sehingga TKIT Umar bin Khathab Kudus berpindah tempat dengan menyewa bekas pabrik kopi di Desa Demaan Jalan Pangeran Puger Kudus No. 33 Kudus sampai sekarang.[1] Secara lebih tepat TKIT Umar bin Khathab terletak disebelah timur SMK Taman Siswa. Dari arah perempatan PPRK berjarak kurang lebih 300 meter arah barat. Dari arah selatan berjarak kurang lebih 300 meter dari Dealer Suzuki Wakhid Motor.[2]
Kuantitas siswa yang begitu besar tidak menyurutkan efektifitas pembelajaran, diantaranya masing-masing kelas yang berkapasitas 10 anak  dibimbing dan difasilitasi seorang guru. Dengan demikian perhatian dan pembinaan guru akan lebih dekat dengan siswa.
Pada tiap-tiap kelas tersedia media pembelajaran sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar sehingga setiap siswa dapat memanfaatkan secara bersama tanpa harus bergantian. Kondisi tersebut menuntut guru untuk mengoptimalkan media yang tersedia dan mengajak siswa mengalami langsung tentang tema yang disampaikan.[3]
  1. Prinsip dan Tujuan TKIT Umar bin Khathab Kudus
a.       Berusaha menciptakan suasana hidup beragama dalam kehidupan sehari-hari selama proses belajar mengajar.
b.      Mengembangkan kemampuan anak secara alamiah sesuai dengan tingkat perkembanganya.
c.       Berusaha membuat anak merasa bebas serta aman secara psikologis sehingga senang belajar di Sekolah.
d.      Menggalang kerjasama antar sekolah, keluarga dan masyarakat.
e.       Senantiasa terbuka untuk hal-hal yang baik dan menunjang pendidikan anak.
f.       Berusaha melengkapi segala kebutuhan yang menunjang perkembangan anak secara optimal.
g.      Suksesnya TKIT Umar bin Khathab Kudus sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya.
  1. Tujuan TKIT Umar bin Khathab kudus
TKIT Umar bin Khathab Kudus bertujuan membantu pemerintah dalam menyediakan program pendidikan yang berkualitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya.
  1. Aturan-Aturan Dasar TKIT Umar bin Khathab Kudus
a.       Berusaha menciptakan suasana Islami dalam kegiatan sehari-hari selama proses pembelajaran.
b.      Saling menghargai martabat dan derajat serta menilai seseorang dari segi kebaikannya.
c.       Melatih diri untuk selalu melakukan kebaikan mulai dari diri sendiri (ibda’ binafsi).
d.      Amalkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
e.       Berikan yang terbaik bila kita ingin mendapat kebaikan dari orang lain.
f.       Bijaksana dan berlaku jujur dalam perkataan dan perbuatan.
g.      Melakukan suatu perbuatan dengan penuh keikhlasan yang dapat dipertanggung jawabkan dihadapan Allah dan manusia.
h.      Membudayakan hidup bersih sebagai bukti orang beriman.
i.        Selalu berfikir positif.
j.        Berbuat dan berucap yang baik untuk diri sendiri, berbuat dan berucap tidak baik baik kembali pada diri sendiri.
k.      Berbicara singkat, sederhana dan jelas.
l.        Selesaikan segala permasalahan dengan bahasa positif.
m.    Menjalin silahturahmi
n.      Beriman, bertaqwa, berkarya dan berakhlaqul karimah adalah ciri khas Taman kanak-kanak.[4]
Gambaran diatas memberikan pemahaman tentang pendidikan terpadu yang dikembangkan TKIT Umar bin Khattab Kudus, yaitu pola pembelajaran yang terintegrasi antara kebutuhan ilmu pengetahuan (akademik), ibadah, sosialisasi dengan akhlaq Islami, aktualisasi diri dan kemandirian sikap.
Dengan demikian orientasi sekolah lebih pada mempersiapkan generasi masa depan supaya siap menghadapi era yang serba terbuka, baik ilmu pengetahuan dan teknologi maupun informasi. Fenomena zaman yang begitu terbuka membutuhkan filter prilaku, dengan harapan generasi kedepan mampu mempertahankan tradisi lokal terutama Islam tanpa meninggalkan kemampuan intelektual.
Upaya tersebut direalisasikan dalam bentuk pembiasaan aktivitas anak yang mengarah pada keseimbangan antara Iman, ilmu pengetahuan dan amal dalam setiap kehidupan sehari-hari.[5]
Adapun hasil pendidikan yang ingin dicapai di TKIT Umar bin Khattab Kudus adalah :
a.       Anak mengenal diri dan alam lingkungannya sebagai mkhluk ciptaan Allah SWT
b.      Anak dapat mengagumi ciptaan Allah SWT
c.       Anak dapat mengenal (sesuai dengan kemampuannya) bahwa Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pandai, Maha Mengetahui, Maha Kaya, Maha Melihat dan Maha Mendengar.
d.      Anak dapat menirukan, melakukan gerakan dan bacaan sholat, ikrar, do’a-do’a harian, kalimat-kalimat thoyibah sesuai dengan kemampuannya
e.       Anak dapat mensyukuri rahmat dan nikmat Allah SWT dengan cara yang sesuai dengan aturan Agama Islam dan sesuai dengan kemampuannya
f.       Anak mengenal bahwa Allah SWT maha pengasih dan penyayang, telah memberikan kemampuan untuk beriman sambil belajar dengan berbagai macam alat permainan untuk mengembangkan kemampuannya.
g.      Anak dapat melakukan dan mengekspresikan segala macam daya kreasinya sebagai anugrah dari Allah SWT
h.      Anak senang belajar bermain, mencintai ilmu dan ingin belajar terus menerus.
  1. Keadaan Sekolah

a. Jumlah Guru                        : 25 Orang

b. Jumlah Staf Tata Usaha      : 1 Orang

c. Bendahara                           : 1 Orang
d. Bagian Rumah Tangga        :
1. TPA/Hadlonah              : 5 Orang
2. Konsumsi                      : 5 Orang
e. Jumlah Kelas                       : 2 Kelas
Terdiri dari                           :
1. Kelas A                         : 7 Kelompok
2. Kelas B                          : 7 Kelompok



6.      Kepemimpinan TKIT Umar bin Khattab Kudus


Kepala TK                               : Aisyah Rahmawati, Psi
Wakil Kepala TK                    : Arie Widiana R, Amd
                                                              Eti Nindianawati
                                                              Sofia Ariani, S. Km
A. Bendahara                      : Sulistyorini
B. TU/Administrasi             : Yuyun Eka Susanti
C. Guru                                :

                                             1.      Nanik Sri Winarti

                                             2.      Khuriyah

                                             3.      Novita Achyani

                                             4.      Nur Aini
                                             5.      Muryanti, S.Pd
                                             6.      Rochyati
                                             7.      Noor Asih, S.P
                                             8.      Kurniati S, Amk
                                             9.      Ami Fultiyaningsih, S.Pd
                                           10.    Dwi Setyowati
                                           11.    Roudloh
                                           12.    Ulfah Wahyu BA, Amd
                                           13.    Uswatin Nidak
                                           14.    Dina Indriyanti
                                           15.    Noor Hidayah, S.Ag
                                           16.    Dinul Qoyyimah
                                           17.    Sumiyati
                                           18.    Nurul Hidayah
                                           19.    Rina Rahmawati
                                           20.    Izzul Af’idah
                                           21.    Zumrotush Sholikhah, S.Pd.I
D. Bagian Rumah Tangga   : Ellich Kusumawati (Kepala)
         1. Bagian TPA/Hadlonah :
a. Sri Yuliani
b. Sri Sofiatun
c. Yuni Rahayu
d. Sri Pudjiati
e. Kurniasih
         2. Bagian Konsumsi :
a. Heni
b. Nunuk Wulandari
c. Jamilah
d. Nur Atkhafiyah
e. Anisa F.
Kepemimpinan diatas menunjukkan operasional kerja yang fungsional, yaitu optimalisasi masing-masing bidang dan menghindari kinerja yang tumpang tindih. Adapun job description masing- masing bidang adalah sebagai berikut :                      
A.    Kepala TK
                                          1.    Penanggung jawab keseluruhan TK
                                          2.    Memimpin rapat guru
                                          3.    Mengikuti rapat rumah tangga setiap 3 bulan
                                          4.    Menghadiri acara dan undangan dari luar atau mewakilkanya
                                          5.    Memikirkan dan merencanakan perkembangan dan kemajuan TK
                                          6.    Akomodatif terhadap permasalahan-permasalahan eksternal dan internal serta untuk solusinya secara arif dan bijaksana
                                          7.    Mengadakan supervisi KBM

B.     Wakil Kepala TK

                                        1.       Mengadakan koordinasi guru sekali sepekan
                                        2.       Mengawasi dan mengontrol kinerja guru
                                        3.       Merekrut SDM baru jika dibutuhkan
                                        4.       Mengadakan supervisi KBM
                                        5.       Memantau pelaksanaan tata tertib dan kompensasinya
                                        6.       Memikirkan, merencanakan dan mengevaluasi kegiatan penuingkatan kualitas guru
                                        7.       Bertanggung jawab terhadap operasional piket dan evaluasinya

C.     Kurikulum/Koordinator Sentra

                                        1.     Membuat lesson plan untuk setiap tema
                                        2.     Membuat form evaluasi sentra
                                        3.       Mengadakan evaluasi pelaksanaan sentra bersama guru sentra yang lain
                                        4.       Mengadakan koordinasi rutin bersama dengan Kepala dan Koordinator Sentra yang lain (dalam team learning)

D.    Administrasi/Tata Usaha

                                        1.       Bertanggung jawab atas administrasi
                                        2.       Bertanggung jawab atas perpustakaan
                                        3.       Bertanggung jawab atas inventaris

E.     Bendahara dan Perlengkapan

                                        1.       Bertanggung jawab keseluruhan keuangan
                                        2.       Bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana kebutuhan siswa maupun sekolah

F.      Guru Sentra

                                        1.       Mengelola kelas sentra
                                        2.       Mempersiapkan peraga dan buku-buku pendukung
                                        3.       Bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas
                                        4.       Membuat evaluasi pelaksanaanya setiap hari
                                        5.       Mengikuti supervisi

G.    Guru Piket

                                        1.     Menyambut siswa datang dan mengawasi siswa yang pulang
                                        2.     Membantu siswa jika buang air ke kamar kecil
                                        3.       Mengawasi siswa ketika bermain bebas setelah journal atau private
                                        4.       Membantu menyiapkan dan membersihkan Sentra Alam Sekitar dan Sentra Kebudayaan (jika diperlukan)
                                        5.       Mengawasi dan mengembalikan anak-anak yang keluar dari sentra

                                        6.     Khusus guru training, piket masuk kekelompok pada jam Imtaq

                                        7.       Khusus guru training, membantu mengisi buku penghubung

H.    Guru Kelas

                                        1.     Menyambut siswa datang dan mengawasi ketika pulang
                                        2.     Membimbing siswa ketika journal dan private
                                        3.     Menulis/mengisi buku penghubung
                                        4.     Membimbing dan mendampingi saat snack time
                                        5.     Membimbing dan mendampingi siswa ketika makan, gosok gigi dan waktu wudlu
                                        6.     Membimbing sholat berjama’ah dan do’a
                                        7.     Bertanggung jawab atas kebersihan kelas

I.       Kepala Rumah Tangga

                                        1.       Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas bagian konsumsi dan TPA
                                        2.     Mengadakan koordinasi rutin bagian rumah tangga
                                        3.       Membuat program-program untuk peningkatan SDM bagian Rumah Tangga
                                        4.     Mengadakan koordinasi dengan Kepala TK jika diperlukan.[6]

7.      Pemberdayaan dan Pengembangan SDM

a.      Peningkatan kualitas guru dan karyawan
Upaya meningkatkan efektivitas pendidikan membutuhkan kualitas guru sebagai komponen determinan dalam proses belajar mengajar. Bagaimana melakukan penguasaan materi produk kurikulum nasional maupun pengembangan dalam kurikulum lokal, pendekatan pada anak didik, pemilihan metode yang tepat, serta pemanfaatan sarana dan media pengajaran.
Dari aspek yang lebih luas adalah melibatkan karyawan yang mendukung pelaksanaan pendidikan dalam proses pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia. Kesesuaian dan koordinasi fungsional antar unsur praktisi pendidikan mendorong peningkatan kualitas sekolah.
Berikut upaya yang dilakukan TKIT Umar bin Khathab dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan kualitas guru dan karyawan:
                                       1).     Mengadakan pertemuan tiap pekan untuk agenda hafalan Al-Qur’an.
                                       2).     Menyelenggarakan bedah buku pendidikan tiap bulan pada pekan keempat
                                       3).     Mendorong guru membuat majalah dinding tiap bulan pada pekan pertama
                                       4).     Mengadakan Dauroh Asatidzah untuk meningkatkan tsaqofah dan maknawiyah
                                       5).     Menyelenggarakan lomba kreativitas untuk melatih kreativitas guru dan sebagai ajang keakraban
                                       6).     Study banding dan Rihlah ke Sekolah lain yang memiliki kesamaan orientasi dan berkualitas lebih
                                       7).     Mengadakan Raker dalam rangka mengevaluisi program dan membuat program baru
                                       8).     Mengadakan koordinasi rutin guru tiap pekan
                                       9).     Mengadakan koordinasi rutin bagian rumah tangga tiap bulan
                                     10).   Melakukan supervisi kegiatan belajar mengajar untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas KBM
                                     11).   Mengadakan pertemuan wali murid tiap bulan dalam rangka silaturrahmi dan sosialisasi kegiatan satu bulan serta dialog tentang perkembangan anak.


PROGRAM PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA

No

Nama Program
Tujuan Program
Sasaran
Waktu
Biaya
Penanggung Jawab
1.
Hafalan Qur’an
Meningkatkan kualitas guru
Guru
Tiap Bulan

Arie Widiana R
2
Bedah Buku Pendidikan
Meningkatkan Skill guru dan karyawan
Guru dan karyawan
Tiap bulan pekan ke-4

Noor Hidayah
3
Majalah dinding
Melatih kretivitas guru dan menambah pengetahuan
Umum
Tiap bulan pekan ke-1
@ Rp. 20.000,-
Rochayati
4.
Dauroh Asatidzah
Meningkatkan tsaqofah dan meningkatkan maknawiyah
Guru dan karyawan
November 2005
Rp. 300.000,-
Novita
5.
Lomba kreativitas
Melatih kreativitas guru dan keakraban
Guru dan karyawan
Juni 2005
Rp. 100.000,-
Khuriyah
6.
Study banding dan rihlah
Meningkatkan kualitas SDM dan refresing    
Guru dan karyawan
Maret 2005

Uswatin Nida
7.
Pelatihan
Meningkatkan kualitas SDM
Guru dan karyawan
Juni 2005
Rp. 500.000,-
Arie Widiana R
8.
Raker
Mengevaluasi program dan membuat program
Guru dan karyawan
Juni 2005
Rp. 300.000,-
Nurul Hidayah
9.
Rapat rutin Guru
Koordinasi rutin
Guru dan karyawan
Tiap pekan

Wakil Kepala TK
10.
Rapat rutin RT
Koordinasi rutin
Rumah Tangga
Tiap bulan

Kepala Rumah Tangga
11.
Supervisi KBM
Mengevaluasi KBM dan meningkatkan kualitas KBM
Guru
Tidak ditentukan

Kepala/Wakil Kepala TK
12.
Pertemuan wali murid + dialog
-         Silahturrahmi
-         Sosialisasi kegiatan 1 bulan
 -    Menambah pengetahuan
Wali murid + Guru kelas
Tiap bulan
Rp. 300.000,-
Khuriyah

b.      Keadaan Guru dan Karyawan
No
Nama
Pendidikan Terakhir
Jabatan
1.
Aisyah R
S1 Psikologi
Kapala TK
2.
Arie Widiana R
D-3 Gizi
Waka (supervisor)
3.
Eti Nidiawati
SLTA
Waka (supervisor)
4.
Sofia Ariani
S1 Kes. Masyarakat
Waka (supervisor)
5.
Nanik Sri W
PGPQ
Guru
6.
Khuriyah
Al Ma’had (DII)
Guru
7.
Novita Achyani
MA Ma’ahid
Guru
8.
Rochyati
PGPQ
Guru
9.
Nur Aini
MA Ma’ahid
Guru
10.
Muryanti
S1 Pend. Matematika
Guru
11.
Noor Asih W
S1 Pertanian
Guru
12.
Kurniati S
D3 Perawat (A.Mk)
Guru
13.
Ami F
S1 Pendidikan
Guru
14.
Dwi S
PGPQ
Guru
15.
Roudloh
MA Ma’ahid
Guru
16.
Uswati Nidak
MA
Guru
17.
Dina Indriyanti
D3 Teknik
Guru
18.
Ulfah Wahyu
D3 Ekonomi
Guru
19.
Noor Hidayah
S1 PAI
Guru
20.
Dinul Qoyimah
PGSIT
Guru
21.
Sumiyati
SLTA
Guru
22.
Nurul Hidayah
PGPQ
Guru
23.
Yuyun Eka S
D1 Sastra Inggris
Administrasi
24.
Sulistyorini
SLTA
Bendahara
25.
Izzul Af’idah
MA Ma’ahid
Guru
26.
Zumrotush S
S1 PAI
Guru
27.
Rina Rahmawati
PGPQ
Training
28.
Elich Kusumawati
SLTA
Kepada RT
29.
Jamilah
SLTA
RT
30.
Heni Susilowati
SMP
RT
31.
Anisah Fitriyani
SLTA
RT
32.
Nunuk Wulandari
SLTA
RT
33.
Nur Atkha Fiyah
SLTA
RT
34.
Sri Pujiati
SLTA
Hadlonah
35.
Sri Yuliani
SLTA
Hadlonah
36.
Sri Sofiatun
S1
Hadlonah
37.
Kurniasih
SLTA
Hadlonah
38.
Yuli Rahayu
SMK
Hadlonah
39.
Agus Suliyanto
SLTA
Umum

c.       Keadaan Siswa
No

Kelas

Kelompok
Guru Pembimbing
L
P
Jumlah
1.
PG
Toddler

Bu Dina

4
3
7
2.
PG
Play Group
Bu Zumrotush
4
4
8
3.
PG
Play Group

Bu Nur

5
4
9
Jumlah Murid Play Group
13
11
24
4.
A
Al Fatihah
Bu Dwi
4
7
11
5.
A
Ali Imron
Bu Sumi
6
5
11
6.
A
Al Maidah
Bu Ami
5
6
11
7.
A
Al An’am
Bu Hida
5
6
11
8.
A
Al Baqarah
Bu Sofi
5
6
11
9.
A
An Nisa’

Bu Wahyu

6
5
11
10.
A
Ar Ra’du
Bu Dinul
6
5
11
11.
A
Ibrahim
Bu Nurul
5
6
11
12.
A
Yusuf
Bu Nia
5
6
11
Jumlah Murid A
47
52
99
13.
B
Al A’raf
Bu Rockyati
4
7
11
14.
B
Al Anfal
Bu Roudloh
6
5
11
15.
B
Yunus

Bu Novita

7
4
11
16.
B
Hud
Bu Izzul
7
3
10
17.
B
At Taubah
Bu Yanti
6
5
11
18.
B
Al Hijr
Bu Khuriyah
6
4
10
19.
B
An Nahl
Bu Uswati
5
5
10
Jumlah Murid B
41
33
74
Jumlah Total
101
96
197

8.    Sarana dan Media Pembelajaran

Penggunaan media/sarana pembelajaran bagi anak prasekolah harus dipersiapkan guru sedemikian rupa, karena menyangkut kebutuhan ruang bagi masing-masing anak baik di dalam maupun diluar ruang belajar. Dengan demikian media merupakan faktor penentu bagi efektifitas pembelajaran kaitanya dengan kreativitas guru dalam menyampaikan bahan pelajaran.

TKIT Umar bin Khathab Kudus menyediakan banyak varian media pembelajaran yang terkondisikan dalam kelas-kelas sentra. Kelas sentra diterapkan dengan tujuan untuk mengembangkan pola pembelajaran yang cenderung memberi ruang untuk aktualisasi diri anak. Upaya ini dalam rangka memberdayakan potensi anak dari aspek Agama, ilmu pengetahhuan, sosialisasi diri, dan prilaku Islami. Terdapat enam kelas sentra di TKIT Umar bin khathab Kudus, masing-masing kelas memiliki media yang berbeda, karena didalamnya mengembangkan aspek berlainan.. Sarana atau media pembelajaran dalam kelas-kelas sentra tersebut adalah :

a.       Sentra Keluarga Sakinah, didalamnya mengembangkan kemampuan dasar keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah. Media yang digunakan adalah alat-alat rumah tangga, pakaian berbagai profesi untuk menunaikan tugas-tugas keluarga dan lingkungannya.
b.      Sentra Pembangunan, yaitu mengembangkan daya fikir, jasmani daya cipta, bahasa dan ketrampilan jasmani. Media yang digunakan : balok-balok kayu, assesoris (pohon-pohonan, hewan, orang-orangan, mobil-mobilan dll).
c.       Sentra Alam Sekitar, yaitu untuk mengenalkan anak akan ciptaan Allah SWT. Media yang digunakan ; pasir, air, biji-bijian, batu, daun-daunan, gula, garam, dll.
d.      Sentra Kebudayaan, bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan dan kreativitas anak serta mengembangkan motorik halus dan motorik kasar. Media yang digunakan ; pernik-pernik, pewarna, crayon, plastisin, gunting, kertas lipat, dll.
e.       Sentra Seni, berfungsi untuk melatih motorik halus dan kasar dengan cara  mengajak anak menfungsikan alat musik dan mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh.
f.       Sentra persiapan, sebagai sarana untuk mengembangkan persiapan membaca, menulis, matematika. Media yang digunakan; gambar tentang angka, gambar abjad, biji-bijian, mobil-mobilan, dll.
9.    Kurikulum

Taman kanak-kanak yang notabene salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia pra sekolah pada jalur pendidikan formal adalah berupaya melakukan pembinaan melalui pemberian rangsangan pendidikan, yaitu membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan pada jenjang berikutnya.

Adapun fungsi pada pendidikan Taman kanak-kanak adalah mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak, mengenalkan anak dengan dunia sekitar, menumbuhkan sikap dan prilaku yang baik, mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, mengembangkan ketrampilan, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki anak, menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar. Dengan demikian aspek perkembangan yang perlu  diperhatikan adalah : 

a.       Moral dan nilai-nilai Agama
b.      Sosial, emosional dan kemandirian
c.       Berbahasa
d.      Kognitif
e.       Fisik/motorik, dan
f.       Seni.[7]
TKIT Umar bin Khathab Kudus dalam menyelenggarakan pendidikan mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional yang dimodifikasi dalam kurikulum khas yang sarat dengan budaya Islami serta kondisi dan ketertarikan anak (pendekatan tematik). Penjabaran Kurikulum Nasional ke dalam kurikulum khas memuat bidang kompetensi agama, yaitu ibadah praktis dan Al- Qur’an.
A.    Kurikulum Nasional (Depdiknas)
Formulasi kurikulum nasional TK mengembangkan beberapa aspek antara lain :
1.      Pembentukan prilaku melalui pembiasaan, meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian. Kompetensi yang ingin dicapai adalah anak mampu mengucapkan bacaan do’a/lagu-lagu keagamaan, meniru gerakan ibadah dan mengikuti aturan, serta dapat mengendalikan emosi
2.      Kemampuan berbahasa, kompetensi yang ingin diraih adalah anak mampu mendengarkan, mampu berkomunikasi secara lisan, memilki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya.
3.      Kemampuan kognitif, kompetensinya adalah anak mampu mengenal berbagai konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti; mengenal bilangan, mengenal bentuk geometri, memecahkan masalah sederhana (bermain puzzle), mengenal ukuran, mengenal konsep waktu.
4.      Kemampuan fisik dan motorik, kompetensinya adalah anak mampu melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan, keseimbanga, dan kelincahan.
5.      Kemampuan seni, kompetensinya adalah anak mampu mengekspresikan diri dengan menggunakan berbagai media/bahan dalam berkarya seni melalui kegiatan eksplorasi, seperti; dapat menggambar sederhana, dapat mewarnai sederhana, dapat menciptakan sesuatu dengan berbagai media, dapat mengekspresikan diri dalam bentuk gerak sederhana, dapat menyanyi dan memainkan alat musik sederhana, serta dapat menampilkan sajak sederhana. 
B.    Kurikulum Khas
1.   Ibadah praktis
Pengajaran ibadah praktis adalah pengajaran Agama yang berorientasi pada pengalaman keberagamaan secara praktis, sehingga mudah dilakukan anak dan merupakan aplikasi dari pengajaran Agama Islam di kelas. Pengajaran Ibadah praktis bertujuan agar anak didik :
a.       Hafal dengan baik dan benar do’a-do’a dalam amaliyah sehari-hari
b.      Hafal dengan baik dan benar Surat-surat pendek dalam Juz Amma dan Ayat-ayat pilihan dalam Al-Qur’an
c.       Terbiasa dengan adab dan tata cara amaliyah ibadah sehari-hari dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syar’i
d.      Mampu menghayati bahwa seluruh aktivitas sehari-hari mereka mamiliki nilai ibadah.
Materi dari ibadah praktis meliputi :
                                            1).     Do’a sehari-hari yang diajarkan Rasulullah SAW
                                            2).     Surat-surat pendek dalam Juz Amma
                                            3).     Ayat-ayat pilihan dalam Al-Qur’an
                                            4).     Adab-adab amaliyah dalam ibadah.
Untuk program hafalan do’a, masing-masing kelas berbeda dan disesuaikan dengan tingkat perkembangannya:
(a)    Kelas A, menghafal do’a : sebelum belajar, untuk kedua orang tua, keselamatan dunia akhirat, naik kendaraan, bepergian, sebelum makan, sesudah makan, bangun tidur, kesehatan badan, keselamatan dari penyakit, penutup majelis, masuk kamar mandi/WC, keluar kamar mandi/WC, masuk masjid, turun hujan, mendengar petir, bercermin, berpakaian, mohon ampun.
(b)   Kelas B, menghafal do’a : mohon ampun, berlindung dari ras malas, berlindung dari kekafiran, berlindung dari syirik, buka puasa, keteguhan hati, sesudah adzan, kelapangan hati, mohon petunjuk, ketika sakit, menjenguk orang sakit.
2.   Al- Qur’an
Sejalan dengan prinsip menyiapkan generasi berakhlaqul karimah dan berprestasi tinggi, maka Al-Qur’an menjadi materi yang diajarkan kepada anak didik sedini mungkin sebagai bekal kehidupan Agamis. Secara lebih rinci tujuan pengajaran Al-Qur’an adalah :
a.       Mendorong anak untuk lebih mencintai Al-Qur’an sebagai bacaan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari
b.      Mengajarkan anak agar mampu membaca Al-Qur’an dengan benar dan tartil
c.       Mengajarkan anak agar mampu menghafal Surat-surat pendek dan Surat-surat pilihan dalam Al-Qur’an.
Ketika melihat aspek kemampuan, masing-masing anak memiliki potensi yang berbeda sehingga TKIT Umar bin Khathab Kudus tidak memasang target yang harus dipenuhi, tetapi lebih mengupayakan agar anak mampu membaca Al-Qur’an sesuai tingkat perkembangannya.









Berikut materi yang diajarkan sebagai hasil kombinasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Lokal :

MATERI IMTAQ KELAS A

No

Materi
Semester I
Semester II
1.




Aqidah dan Akhlaq
a.      Syahadat

b.      Asma’ul Husna
       1.         Menghafal
       2.         Mengenal Asma’ul Husna

 



c.       Malaikat
1.      Mengenal malaikat & tugasnya





d.      Mengenal Nabi dan Rosul
1.     Nama Nabi & Rosul
2.     Sifat Nabi Muhammad SAW
3.     Mu’jizat Rosul (Ulul Azmi)
4.     Mu’jizat Nabi Muhammad SAW
5.     Mu’jizat Nabi Ibrahim AS
6.     Mu’jizat Nabi Isa AS
7.     Mu’jizat Nabi Musa AS
8.     Mu’jizat Nabi Nuh AS

e.       Kitab Suci

f.       Nama Surat dalam Al-Qur’an
g.      Mengenal Surga dan Neraka

h.      Hari Besar Islam
1.      Hari Raya Idul Fitri
2.      Hari Raya Idul Adha
3.      Tahun Baru Hijriyah
4.      Isra’ Mi’raj

i.      Mengenal akhlak terhadap manusia dan alam sekitar

j.      Mengenal adab harian (kalimat thoyyibah dan penggunaannya)





1 – 15
-          Ar Rohman
-          Ar Rohim
-          Al Kholiq


-          Jibril
-          Raqib
-          Atid
-          Ridwan
-          Mikail



1 – 10
1 – 2










Sebagai pedoman hidup


1 – 15


Surga















Akhlak mahmudah & akibatnya

1.      Kal. Tasbih
2.      Kal. Takbir
3.      Kal. Tahmid
4.      Kal Tahlil





1 – 30
-          As Sam
-          Ar Rozaq
-          Al Ghofar


-          Isrofil
-          Izroil
-          Munkar
-          Nakir
-          Malik



11 – 25
3 – 4










Keutamaan membaca Al-Qur’an


1 – 30


Neraka















Akhlak Madzmumah

1.Kal. Istigfar
2.Kal. Tarji
3.Kal. Haukolah
4.Ucapan bila Ta’jub/kagum

2.
Qiro’ati
Mengenal Huruf Hijaiyyah
Mengenalkan huruf Fathah

ا - ظ

ا - ي
3.
Al- Qur’an
Hafalan Surat-surat pendek

1.      Al fathikhah
2.      An Nas
3.      Al Ikhlas
4.      Al Falaq
5.      Al Kaustar
6.      Al Ashr
7.      Al Lahab
8.      Al Ma’un
9.      Al Fiil

1.      Al Kafirun
2.      Al Quraisy
3.      Al humazah
4.      Al Qodr
5.      Al Insyirah
6.      Al takatsur
4.
Khot
1.     Mewarnai huruf hijaiyyah (sesuai pengenalan huruf)
2.     Menulis huruf hijaiyyah

ا ظ

ا ظ

ا ظ

ا ظ
5.
Ibadah
a.      Wudlu
Mengenalkan wudlu





b.      Adzan dan Iqomah
Mengenalkan adzan dan Iqomah



c.       Sholat
1.   Mengenalkan gerakan Sholat




2.   Bacaan Sholat
3.   Mengenalkan tempat (Masjid dan Musholla) dan perlengkapan Sholat
4.   Mengenalkan waktu Sholat
5.   Mengenalkan jumlah Rakaat Sholat
6.   Dzikir sesudah Sholat





d.      Puasa
Mengenalkan puasa secara sederhana
1.     Arti dan cara puasa
2.     Puasa Ramadhan
3.     Amalan-amalan diBulan Ramadhan
4.     Keutamaan Bulan Ramadhan
5.     Zakat Fitrah
6.     Idul Fitri

e.       Zakat
Mengenalkan arti berzakat
1.      Zakat fitrah
2.      Zakat mal
3.      Infaq
4.      Shodaqoh
5.      Hadiah

f.       Haji
1.      Mengenalkan arti haji
2.      Memperagakan manasik haji
-      Berpakaian Ihram
-    Thowaf
-    Sa’I
-    Wukuf
-      Melempar jumrah
-      Memotong hewan Qurban
-      Kalimat Talbiyah
 


1.     Gerakan wudlu yang benar
2.     Faktor-faktor yang membatalkan wudlu

1.    Melafalkan Iqomah
2.    Mengenalkan Adzan


1.    Takbir
2.    Bacaan ruku’
3.    Bacaan I’tidal
4.    Bacaan sujud
5.    Salam









1.    Istigfar
2.    Tahmid
3.    Tahlil
4.    Do’a untuk kedua ortu
5.    Do’a mohon kebaikan dunia akhirat





1.     Tayamum
2.     Do’a sesudah wudlu




1.     Melafalkan Adzan
2.     Adab mendengar adzan

6.    Tasyahud awal
7.     Tasyahud akhir
8.     Duduk antara 2 sujud
9.     Do’a iftitah
6.
Hafalan Hadits
1.      H. Kasih sayang
2.     H. Persaudaraan
3.     H. Kebaikan
4.     H. Larangan marah
5.     H. Senyum
6.     H. Do’a
7.     H. Sholat
8.     H. Kebersihan
9.     H. Keindahan
10. H. Malu
11. H. Tebarkan salam
12. H. Adab makan
1.     H. Meninggalkan yang sia-sia
2.     H. surga
3.     H. Niat
4.     H. Puasa
5.     H. Memberi hadiah
6.     H. Mahir baca Al-Qur’an
7.     H. Masjid rumah orang mukmin
8.     H. Menutup aurat
9.     H. sholat tepat waktu
7.
Do’a
1.    D. Sebelum belajar
2.    D. Untuk kedua ortu
3.    D.Naik kendaraan
4.    D. Bepergian
5.    D. Sebelum makan
6.    D. Sesudah makan
7.    D. Sebelum tidur
8.    D. bangun tidur
9.    D. kesehatan badan
10.D. keselamatan dari penyakit
1.      D. Penutup majelis
2.     D. Masuk KM/WC
3.     D. Keluar KM/WC
4.     D. Masuk Masjid
5.     D. Keluar Masjid
6.     D. Turun hujan
7.     D. Mendengar petir
8.     D. Bercermin
9.     D. Berpakaian
10. D. Mohon ampun
8.
Shiroh
1.      Kisah ababil
2.      Kelahiran Rasulullah
3.      Rasul dalam penyusunan Halimatussa’diyah
4.      Rasul dipelihara Ibu sampai Kakek
5.      Rasul berdagang ke syam
6.      Turunya Wahyu pertama
7.      Nabi Nuh AS
8.      Maryam wanita suci
9.      Zaid bin tsabit
10.  Penentang Nabi Musa atas Fir’aun
11.  Nabi Adam AS
12.  Aisyah istri Rasulullah
13.  Sulaiman dan pasukan semut
14.  Umar bin Khathab
15.  Nabi Isa AS
1.  Kisah Nabi Yusuf  kecil
2.  Kisah Nabi Yusuf jadi bendaharawan
3.  Muadz bin Jabal
4.  Fatimah Az Zahra
5.  Gadis penjual susu
6.  Perang Badar
7.  Siti Masyithoh
8.  Khodijah
9.  Aisyah istri Fir’aun

 

MATERI IMTAQ KELAS B

No

Materi

Semester I
Semester II
1.
Aqidah dan Akhlak
a.      Syahadat

b.      Asma’ul Husna
1.      Menghafal
2.      Mengenal Asma’ul Husna



c.       Malaikat
1.      Mengenal malaikat dan tugasnya





d.      Mengenal Nabi dan Rosul
1.      Nama Nabi dan Rosul
2.      Sifat Nabi Muhammad SAW
3.      Mu’jizat Rosul (Ulul Azmi)
-      Mu’jizat Nabi Muhammad SAW
-      Mu’jizat Nabi Ibrahim AS
-      Mu’jizat Nabi Isa AS
-      Mu’jizat Nabi Musa AS
-      Mu’jizat Nabi Nuh AS

e.       Kitab Suci



f.       Nama surat dalam Al-Qur’an

g.      Mengenal Surga dan Neraka

h.      Hari Besar Islam
1.      Hari Raya Idul Fitri
2.      Hari Raya Idul Adha
3.      Tahun Baru Hijriyah
4.      Isra’ Mi’raj

i.        Mengenal Akhlak terhadap manusia dan alam sekitar



j.        Mengenal adab harian kalimat thoyyibah dan penggunaannya






1 – 45
-          Al Kholiq
-          Ar Basyir
-          Al Sam
-          Ar Rozaq

-          Jibril
-          Raqib
-          Atid
-          Ridwan
-          Mikail



1 – 10
1 – 2
















Sebagai pedoman hidup



1 – 45


Surga












Akhlak mahmudah dan akibatnya




1.      Kalimat Tasbih
2.      Kalimat Takbir
3.      Kalimat Tahmid
4.      Kalimat Tahlil




1 – 90
-          Al Alim
-          Ar Kabir
-          Al Hakim
-          Al Wadud

-          Isrofil
-          Izroil
-          Munkar
-          Nakir
-          Malik



11 – 25
3 – 4
















Keutamaan membaca Al-Qur’an



1 – 60


Neraka










Akhlak madzmumah dan akibatnya




1. Kal. Istigfar
2. Kal. Tarji
3. Kal. Haukolah
4. Ucapan bila ta’jub/kagum
2.
Qiro’ati
Mengenal huruf hijaiyyah
Mengenalkan huruf fathah
ا - ظ
ا - ي
3.
Al Qur’an
Hafalan surat-surat pendek

1.      At Tiin
2.      Al Qoriah
3.      Al Adiyat
4.      Al Zalzalah

1.      Al Bayyinah
2.      Al Alaq
3.      Ad Dhuha
4.      Al Lail
4.
Khot
1.     Mewarnai huruf hijaiyyah (sesuai pengenalan huruf)
2.     Menulis huruf hijaiyyah
ا - ظ
ا - ي
5.
Ibadah
a.      Wudlu
Mengenalkan wudlu


b.      Adzan dan Iqomah
Mengenalkan Adzan dan Iqomah




c.       Sholat
1.      Mengenalkan gerakan sholat
2.      Bacaan sholat




3.      Mengenalkan tempat (Masjid dan Musholla) dan perlengkapan Sholat
4.      Mengenalkan waktu sholat
5.      Mengenalkan jumlah rekaat Sholat
6.      Dzikir sesudah sholat






d.      Puasa
Mengenal puasa secara sederhana
1.      Arti dan cara puasa
2.      Puasa Ramadhan
3.      Amalan-amalan dibulan Ramadhan
4.       Keutamaan Ramadhan
5.      Zakat Fitrah
6.      Idul Fitri

e.       Zakat
Mengenalkan arti dan cara zakat
1.      Zakat Fitrah
2.      Zakat Mal
3.      Infaq
4.      Shodaqoh
5.      Hadiah

f.       Haji
1.      Mengenalkan arti haji
2.      Memperagakan manasik haji
-  Berpakaian Ihram
-  Thowaf
-  Sa’I
-  Wukuf
-  Melempar jumrah
- Memotong hewan qurban
3.      Do’a Talbiyah

1. Gerakan wudlu yang benar
2. Faktor-faktor yang membatalkan wudlu

1. Malafalkan Iqomah
2. Mengenalkan Adzan


1.      Takbir
2.      Bacaan Ruku’
3.      Bacaan I’tidal
4.      Bacaan Sujud
5.      Salam













1.      Istigfar
2.      Tahmid
3.      Tahlil
4.      Doa untuk kedua ortu
5.      Doa mohon kebaikan dunia akhirat

1. Tayamum
2. Do’a  sesudah wudlu




1. Melafalkan Adzan
2. Adab mendengar adzan
3. Do’a sesudah adzan


6. Tasyahud awal
7. Tasyahud akhir
8. Duduk diantara 2 sujud
9. Doa iftitah
6.
Hafalan Hadits
1.   H. Kewajiban bersyukur
2.   H. Membantu yang miskin
3.   H. menyingkirkan gangguan
4.   H. Merawat rambut
5.   H. puasa
6.   H. Keutamaan sedekah
7.   H. Adab bersin
8.   H. Mencari ilmu seumur hidup
1.   H. Memulai dari sisi kanan
2.   H. Singkirkan duri
3.   H. keutamaan baca Al-Qur’an
4.   H.Silahturahi
5.   H. Iman yang utama
6.   H.Mencuri dalam sholat
7.   H.Memberikan makanan
8.   H.Perbanyak do’a

7.
Do’a
1.   D. Mohon ampun
2.   D. berlindung dari rasa malas
3.   D. Berlindung dari kekafiran
4.   D. Berlindung dari syirik
5.   D. Buka puasa
6.   D. Keteguhan hati
1.     D. Sesudah Adzan
2.     D. Kelapangan hati
3.     D. Mohon petunjuk
4.     D. Ketika sakit
5.     D. Menjenguk orang sakit
8.
Shiroh
1.   Isra’ Mi’raj
2.   Perjanjian Hudaibiyah
3.   Perang Hunain
4.   Perang Khandaq
5.   Perang Wada’
6.   Abu Bakar dan Rasul di Gua Tsur
7.   Ali bin Abi Thalib menggantikan Rasul tidur
1.     Asma binti Abu bakar
2.     Khalid bin Walid
3.     Hamzah bin Abi Thalib
4.     Bilal bin Rabbah
5.     Mus’ab bin Umair
6.     Syuhaib bin Sinam Ar Rumi

B.     Implementasi model pembelajaran learning by doing dan peningkatan kreativitas anak di TKIT Umar bin Khathab Kudus

1.      Perencanaan Pembelajaran

Proses belajar mengajar merupakan rangkaian program  pendidikan yang harus direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistemik. Prosesnya persiapan merupakan realisasi rancangan yang telah disusun dalam silabus. Sedangkan silabus adalah rangkaian kegiatan atau pengalaman belajar yang harus dilewati untuk mencapai ketuntasan kompetensi.[8]
Perencanaan dalam pendidikan Taman Kanak-kanak menggunakan pendekatan tematik dan beranjak dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana serta menarik minat anak. Tema diberikan sebagai sarana/alat untuk mengenalkan berbagai konsep kepada anak yang tujuannya antara lain :
a.       Menyatukan kurikulum dalam kesatuan yang utuh
b.      Memperkaya perbendaharaan kata anak[9]
TKIT Umar bin Khathab Kudus dengan pola pembelajaran berpusat pada anak dengan pendekatan sentra menuntut perencanaan kegiatan belajar yang komprehensif. Pertama, membuat lesson plan dalam rangka merumuskan tema yang dilakukan oleh Dewan Guru bersama Kepala Sekolah. Rumusan tema diturunkan menjadi rencana pembelajaran yang dilakukan guru kelas dan guru sentra setiap akan masuk kelas. Utamanya dalam pemilihan metode, pendekatan pembelajaran dan penggunaan media.
Kedua, merencanakan manajemen kelas agar lingkungan belajar terorganisir/tertata rapi dimana anak-anak dapat belajar dengan nyaman. Langkah yang diupayakan dalam manajemen kelas adalah perencanaan disiplin lingkungan belajar, dimana memuat sistem pengaturan yang memungkinkan guru untuk menjelaskan tingkah laku anak didik dan sebaliknya apa yang dapat diharapkan anak didik dari gurunya. Tujuan dari perencanaan lingkungan belajar adalah :
a.       Membiasakan sikap konsisten dan adil dalam membangun lingkungan belajar yang teratur dan positif
b.      Mempermudah guru melakukan manajemen tingkah laku anak didik
c.       Sebagai sarana untuk menumbuhkan tingkah laku bertanggung jawab dan meningkatkan harga diri anak didik karena lebih menekankan pada penghargaan positif

2.      Pelaksanaan Pembelajaran

a.      Proses pembelajaran

Proses pembelajaran di TKIT Umar bin Khathab Kudus dilakukan dengan dua bentuk kelas, yaitu kelas reguler dan kelas sentra yang keduanya berjalan seiring dan saling mendukung.

1). Kelas reguler
Yaitu kelas tetap yang berfungsi mengembangkan kemampuan anak dalam hal membaca, menghafal, dan menulis. Materi tersebut menjadi rutinitas sehari-hari dalam kelompok kecil (sekitar 10 anak) yang didampingi seorang guru kelas. Adapun bentuk kegiatannya antara lain:
a)      Journal
Yaitu menggambar bebas dengan tujuan mencurahkan kondisi hati. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengetahui kondisi mental anak, karena lingkungan yang membentuknya bukan hanya sekolah. Disatu sisi anak berangkat sekolah dengan beban karena kurang sehat atau mendapat masalah dengan keluarga, disisi lain anak begitu riang di sekolah. Tentunya kondisi tersebut berlaku berbeda setiap harinya pada masing-masing anak.
Dalam hal ini guru memposisikan diri sebagai konsultan yang siap memberikan bimbingan dan konseling pada anak bermasalah dan anak hiperaktif.
b)      Private
Private merupakan pola pembelajaran yang mengajak anak untuk latihan membaca Al-Qur’an (qiro’ati) dan membaca tulisan Bahasa Indonesia.
c)      Imtaq
Kegiatan Imtaq bertujuan untuk memberikan bekal dasar Agama terhadap anak. Materi yang disampaikan adalah; aqidah dan akhlak, qiro’ati, hafalan Surat-surat pendek Al-Qur’an, khot, ibadah, hafalan hadits, hafalan do’a. Rangkaian materi tersebut diturunkan dari tema yang telah dirumuskan setiap bulannya.
d)     Sholat berjama’ah
Tujuannya adalah agar anak terbiasa menunaikan ibadah sholat secara berjama’ah. Dilakukan sebelum pulang dengan rangkaian yang lengkap mulai wudlu, bacaan dan gerakan sholat, tata cara sholat berjama’ah, adab ketika sholat berjama’ah, serta melafalkan do’a setelah sholat.


e)      Makan bersama
Yaitu membiasakan anak makan bersama dengan mengedepankan akhlaq, membiasakan membaca do’a sebelum dan sesudah makan, serta berlaku tertib diwaktu makan.
2)      Kelas Sentra
Kelas sentra merupakan wadah yang didesign khusus bagi pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pola pembelajaran demikian merupakan pembelajaran yang berpusat pada anak, tujuannya antara lain, agar anak memiliki kemampuan untuk mewujudkan dan mengakibatkan perubahan, menjadi pemikir-pemikir yang kritis dan mampu membuat pilihan-pilihan, menemukan dan menyelesaikan permasalahan, menjadi kreatif, imajinatif, dan kaya gagasan, serta memiliki pengertian terhadap masyarakat, negara dan lingkungannya.
Terdapat enam kelas sentra di TKIT Umar bin Khathab yang kesemuanya merupakan representasi dari upaya mengoptimalkan perkembangan fisik, perkembangan sosial, perkembangan intelektual, perkembangan kreativitas, perkembangan bahasa, dan perkembangan emosi.
Secara garis besar model pembelajaran di kelas sentra mengarah pada model pembelajaran proyek, yaitu anak didik terlibat secara aktif dan mengalami langsung konsep/tema yang disajikan melalui pengalaman belajar. Enam kelas sentra tersebut adalah :
a)      Sentra Persiapan
Sentra persiapan berfungsi sebagai tempat bermain sambil belajar mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlaqul karimah, persiapan membaca, menulis, matematika dan kegiatan khusus lainnya. Bentuk kegiatanya antara lain :
                                                              (1)     Mengenal penjumlahan dengan lambang bilangan
Kegiatan ini mengembangkan daya pikir anak untuk mengenal lambang bilangan atau angka (anak tidak disuruh menulis), menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan, mengenal penambahan dan pengurangan dengan menggunakan benda-benda. Selain itu anak juga dapat mengembangkan kosa kata bahasa (yang baik) ketika mereka membilang.
                                                              (2)     Mencari huruf awal dari nama sendiri
Mengenalkan bahwa Allah yang telah memberi kepandaian kepada manusia untuk mengenal huruf dan bilangan dari kata yang mempunyai arti. Kegiatan ini sebagai upaya untuk menumbuhkan minat membaca dan menulis anak.
                                                              (3)     Kegiatan persiapan membaca
Guru berusaha memotivasi anak untuk senang membaca. Berbagai aktivitas dan media penunjangnya adalah :
(a)    Buku cerita dengan berbagai ukuran, bentuk, warna, dan bahan
(b)    Bermain pola, anak dirangsang untuk meniru pola yang telah disediakan oleh guru atau membuat pola sendiri. Kegiatan ini merupakan langkah awal anak membaca
(c)    Bermain berbagai macam kartu, menurut bentuk, ukuran dan jenisnya yang sesuai dengan tahap perkembangannya
(d)   Bermain puzzle
(e)    Menirukan kata/bermain kata
(f)     Membaca tulisan yang terdapat pada benda-benda sesuai dengan nama benda tersebut
(g)    Membaca kalimat-kalimat toyyibah
(h)    Menyusun huruf sesuai dengan kata yang diinginkan
                                                         (4)     Kegiatan persiapan menulis
Guru sebagai fasilitator menyediakan berbagai alat untuk menunjang kegiatan persiapan menulis anak. Aktivitas yang dilakukan adalah :
(a)    Menggambar dikertas yang disediakan
(b)    Bermain puzzle
(c)    Mewarnai pola gambar
(d)   Menebalkan gambar dan tulisan
(e)    Menjiplak angka dan huruf
(f)     Menuliskan kata sesuai dengan kartu suku kata/kata
(g)    Menulis cerita pada buku cerita anak masing-masing.
b)      Sentra pembangunan
Sentra ini mengembangkan permainan menyusun balok lengkap dengan ceritanya. Kerja tersebut mengembangkan nalar berfikir anak untuk persiapan membaca. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah eksperimen dimana anak melakukan percobaan dengan cara mengamati dan mencari jawaban.
c)      Sentra Keluarga Sakinah
Sentra keluarga sakinah adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan imajinasi, imtaq, iptek dan akhlaqul karimah. Dengan perlengkapan rumah tangga dan kegiatan di lingkungan sekitar yang dapat diamati anak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kegiatan beragama dalam keluarga sakinah. Hal ini dimaksudkan untuk membantu anak memenuhi kebutuhan menirunya dengan berekspresi melalui bermain peran sehingga membantu anak berfikir dari masalah yang abstrak ke masalah yang konkrit. Kegiatanya meliputi :
                                                              (1)     Memasak
Tujuannya melatih daya cipta anak untuk menciptakan makanan sesuai fantasinnya, mampu berkomunikasi dengan teman lainnya serta melatih daya fikir anak berestimasi kira-kira besarnya masakan yang dibuat untuk seluruh anggota keluarga.

                                                              (2)     Bertamu
Tujuannya mengembangkan bahasa anak dalam berkomunikasi dengan mengenalkan identitas diri. Dilain pihak juga melatih anak untuk berakhlaq seperti Nabi ketika menerima tamu.
                                                           (3)        Sholat berjamaah
Tujuanya anak mengenal waktu sholat, jumlah rakaat dan gerakan sholat. Setelah sholat berdzikir dan bertanggung jawab atas peralatan yang dipakai.
                                                           (4)        Komunikasi lewat telephon
Sebelum menelphon anak akan menekan nomor telephon tujuan, lalu mengucapkan salam dan memulai perbincangan anatara ia, teman ataupun gurunya sambil mengembangkan bahasa dan imajinasi, serta melatih gerakan motorik dengan berdiri, duduk, atau sambil berjalan.
                                                           (5)        Berbelanja
Melatih daya fikir melalui bermain, misalnya berapa jumlah belanjaan yang diambil, warna yang cocok menurutnya dan belajar berestimasi kira-kira keperluan apa saja yang dibutuhkan. Konsep matematika penambahan, pengurangan, dan bahasa anak tetap berkembang karena terdapat teman bicara saat belanja.
                                                           (6)        Memandikan bayi
Sebelum memandikan bayi anak membuka pakaian bayi satu persatu lalu mulai memandikannya sambil berkomunikasi dengan si bayi. Tujuannya melatih berkomuniksi lancar secara sederhana sekaligus melatih gerak otot dengan berdiri, jongkok dalam rangkaian aktivitas tersebut. 


                                                           (7)        Bermain profesi
Selain dapat mengeluarkan pendapatnya, ingin berperan sebagai siapa dan berprofesi sebagai siapa, juga melatih ketrampilan anak dengan mencoba memakai pakaian profesi sendiri sambil mengenal warna, bentuk yang berbeda dari pakaian profesi yang ada.
                                                           (8)        Makan bersama di meja makan
Disinilah semua anggota keluarga sakinah berkumpul menikmati rizki karunia Allah SWT. Melatih keseimbangan ketika anak membawakan makanandan minuman yang akan disajikan di meja makan.
                                                           (9)        Mencuci dan menjemur pakaian
Dalam kegiatan ini secara tidak langsung melatih ketrampilan motorik halus. Bahasa anak juga tetap terasah karena adanya komunikasi dengan guru atau teman lainnya.
                                                         (10)      Menyetrika pakaian
Ketrampilan anak terlihat ketika menyetrika, seakan mereka membuat garis lurus melengkung lipatan baju, dengan demikian mempersiapkan anak ke tahap persiapan menulis. Perkembangan daya fikirnya akan terasah dengan menghitung baju, mengenal warna, bentuk, ukuran. Muatan PAI juga dapat dimasukkan dalam permainan ini, yaitu memperkenalkan figur yang cocok bagi anak (Nabi Muhammad); yaitu dengan menceritakan kehidupan Nabi yang selalu rapi mengenakan pakaian.
                                                         (11)      Mencuci piring
Tujuannya adalah mengasah ketrampilan, karena secara tidak langsung melatih motorik halus anak. Sedangkan daya cipta terasah dengan mengajak anak untuk menghitung jumlah piring/gelas yang dicuci, ukuran dll. Dalam bidang PAI, permainan tersebut melatih rasa tanggung jawab terhadap barang yang dimiliki.
d)     Sentra Alam Sekitar
Sentra alam sekitar adalah tempat anak melakukan kegiatan dengan berbagai alat dan bahan ciptaan Allah SWT, baik yang kering dan basah yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Sebelum anak mulai bermain dengan berbagai media pasir, air, sabun, biji-bijian, balok dll. Guru menyampaikan tema yang berkaitan dengan benda-benda ciptaan Allah, misalnya; siklus air, kegunaan balok, pasir, manfaat biji-bijian dll. Metode yang diterapkan adalah metode cerita dengan peragaan dan metode eksperimen.[10] Bentuk kegiatannya antara lain :
                                                              (1)     Microplay di bak pasir kering
Dengan bermain pasir, anak mengenal bahwa Allah menciptakan pasir yang memiliki bentuk, tekstur, warna serta kegunaan dan bahaya yang dapat ditimbulkan.
                                                              (2)     Bermain biji-bijian
Mengenal ciptaan Allah berupa biji-bijian yang bergizi dan bervitamin sehingga dapat dimanfaatkan manusia, seperti; beras putih, beras ketan hitam, beras merah, kacang hijau, jagung, kedelai, dll. Dalam satu bulan anak bermain satu jenis biji-bijian supaya anak dapat memahaminya secara mendalam dan total. Media penunjang dioptimalkan agar anak berkreasi, bereksperimen dan bereksplorasi.
                                                              (3)     Menakar air
Anak mengenal sifat-sifat air dengan menakar air, mengisi botol dengan air, menuang air. Karena air memiliki sifat yang unik, yaitu; tidak berwarna, tidak berasa dan berbentuk mengikuti tempatnya. Upaya pemantapan konsep warna, guru memperkenalkan satu warna kedalam bak air setiap bulannya. Alat ukur seperti gelas, corong dan botol berbagai ukuran dipergunakan anak dengan berbagai cara sesuai dengan kreasi, eksperimen, dan eksplorasinya. Guru terus memberikan motivasi dengan bahasa positif yang bernuansa IPTEK dan IMTAQ.
                                                              (4)     Bak air sabun
Anak menyukai permainan gelembung-gelembung yang dihasilkan dari busa sabun. Untuk menghasilkan gelembung anak mengocok air sabun dan meniupnya. Anak juga diajak untuk memindahkan busa dari suatu tempat kedalam gelas dengan berbagai ukuran sambil menghitung dan mengamati bentuk dan teksturnya. Guru bermain bersama anak sambil terus memberi ungkapan-ungkapan IMTAQ dan IPTEK serta mengawasi dan mengingatkan anak untuk menjaga diri pada saat meniup busa sabun.
                                                              (5)     Adonan tepung kanji
Permainan ini melatih kekuatan jari-jari anak yang merupakan proses pengembagan motorik halus, karena dibiasakan untuk mengaduk dan mencetak adonan tepung kanji yang apabila didiamkan akan semakin keras. Guru dengan sabar memberikan informasi tentang konsep-konsep seperti keras, lunak, encer yang diintegrasikan dengan IMTAQ dan IPTEK.
                                                              (6)     Bermain pasir basah
Melatih anak untuk belajar membentuk dan mencetak sesuatu dari pasir basah. Pada saat anak mengaduk, mencampur dan membentuk maka Allah memberi pengetahuan dan kekuatan terutama pada motorik halus anak.
                                                              (7)     Eksplorasi dan eksperimen warna
Mengenalkan anak pada berbagai jenis warna dasar/primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder/kedua (ungu, hijau, jingga) serta warna tersier (coklat). Melalui praktek langsung maka anak memiliki pengetahuan tentang proses terjadinya warna sekunder dan tersier, yaitu dari percampuran berbagai warna dasar atau percampuran warna dasar dan sekunder. Guru memberikan ungkapan-ungkapan bernuansa IMTAQ dalam pemanfaatan dan pengembangan teknologi warna.
e)      Sentra Kebudayaan
Melatih anak untuk mengembangkan daya imajinasi, daya cipta, dan kreativitas dengan mewarnai gambar, menggambar, bermain dengan plastisin, menyusun manik-manik menjadi bentuk gelang atau yang lainnya. Membiasakan anak untuk menciptakan sesuatu sesuai keinginannya yang diungkapkan melalui bentuk dan bahasa dapat mengembangkan otot-otot tangan dalam rangka persiapan menulis.
f)       Sentra seni
Bertujuan mengenalkan anak pada beberapa jenis kesenian, ketrampilan memfungsikan alat musik dan mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh. Media yang digunakan antara lain tape, kaset, sajak, alat musik anak-anak. Kegiatan ini mengembangkan ketrampilan dan jasmani anak, mengembangkan bahasa anak melalui bernyanyi. Dengan demikian anak memahami bahwa Allah telah menciptakan bunyi dari berbagai alat dan memberikan suara yang indah dan merdu.[11]

b.      Pendekatan dan metode pembelajaran

Proses pembelajaran di TKIT Umar bin Khathab Kudus mengedepankan kenyamanan belajar. Upaya pendekatan yang dilakukan mengacu pada prinsip; rasa aman, penghargaan positif, kasih sayang, dan aktualisasi diri. Kesemuannya dikemas dengan pembiasaan berprilaku Islami. Untuk mengakomodasi asas tersebut dikembangkan beberapa pendekatan dalam proses pembelajaran, antara lain :

1)    Membiasakan menggunakan kalimat toyyibah dalam setiap peristiwa atau aktivitas (Alhamdulillah, Masya Allah, Subhanallah, Inna Lillahi, Astaugfirullah).
2)    Memberikan penghargaan terhadap anak yang berprestasi atau berprilaku positif dalam berinteraksi dengan guru, atau dengan teman lainnya (cakep, pinter, anak sholeh).
3)    Memberikan pemahaman kepada anak yang gaduh di kelas atau tidak memperhatikan pelajaran. Pemahamannya selalu dikaitkan dengan perintah Allah atau prilaku Nabi Muhammad.
4)    Memberikan tauladan yang baik untuk menghargai orang lain atau cara bersopan santun (ketika lewat didepan orang berkata “permisi”, dan dalam memperingatkan anak yang melakukan kesalahan selalu diawali dengan kata-kata “maaf”).
5)    Menumbuhkan rasa percaya diri anak dengan mengkondisikan kelas secara nyaman.
Secara garis besar pendekatan diatas selalu memposisikan anak sebagai subyek, sehingga mereka mampu mengaktualisasikan diri sesuai tingkat perkembangannya. Hal tersebut sesuai dengan orientasi pendidikan di TKIT Umar bin Khathab Kudus yang mengedepankan penggalian potensi anak. Pengembangannya tidak sebatas pada potensi intelegensi, tetapi lebih diperluas pada penggalian potensi perkembangan fisik, sosial, kreativitas, bahasa, dan emosi. Pola pendidikan demikian mendorong penerapan berbagai bentuk metode pembelajaran kreatif yang mengarah pada belajar sambil melakukan. Bebarapa metode pembelajaran yang diterapkan di TKIT Umar bin Khathab adalah :

1)    Metode bercerita dengan alat peraga

Yaitu teknik menuturkan atau menyampaikan cerita secara lisan. Cerita disampaikan secara menarik sehingga mendorong anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita dipaparkan. Cara tersebut diperagakan pada kelas sentra alam sekitar, keluarga sakinah terutama dalam penyampaian tema.

2)    Metode Demonstrasi

Yaitu teknik penyampaian materi yang penyajiannya mengutamakan peragaan dan pemahaman terhadap proses. Selanjutnya untuk memperkuat pemahamannya, guru memberikan tugas. Metode tersebut diterapkan agar anak aktif mengamati serta dapat menyesuaikan antara teori dan kenyataan. Teknik ini diterapkan pada kelas kebudayaan, alam sekitar, seni.

3)    Metode eksperimen

Teknik penyampaian materi pelajaran dimana anak melakukan percobaan dengan mengalami langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Peragaanya pada kelas sentra alam sekitar, pembangunan.

4)    Metode tanya jawab

Metode tanya jawab dilaksanakan dengan memberi pertanyaan-pertanyaan yang dapat memberikan rangsangan agar anak aktif berfikir. Melalui pertanyaan guru, anak akan berusaha untuk memahami dan menemukan jawabannya. Tujuan dari metode ini adalah untuk membangkitkan perhatian dan semangat belajar pada saat lesu, mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pendapat, sekaligus untuk mengetahui pengalaman/kemampuan yang dimiliki anak. Metode ini diterapkan pada semua kelas sentra.

5)    Metode bermain peran

Metode ini mengajak anak untuk memperagakan beberapa profesi dengan tujuan mampu memahami cara bersosialisasi dalam sekolah, keluarga, dan masyarakat. Teknik ini diterapkan pada kelas sentra keluarga sakinah.

3.      Evaluasi pembelajaran

Penilaian proses pembelajaran dilaksanakan setiap selesai penyampaian materi. Bentuk penilaian didalam kelas antara lain; peilaian unjuk kerja (performance) ketika anak terlibat dalam sebuah kegitan yang bersifat praktis, penilaian kertas-dan-pulpen (untuk mengetahui tingkat pengetahuan, ketrampilan, pemahaman atau sikapnya), penilaian terhadap koleksi karya anak yang dikumpulkan dalam kurun waktu tertentu baik individual maupun kolektif (portofolio).[12] Pada kegiatan journal guru melakukan penilaian secara bersamaan ketika anak membaca Qiro’ati atau membaca tulisan bahasa Indonesia. Penilaiannya dalam bentuk pemberian point ketika anak lancar membaca.
Pada kegiatan Imtaq, penilaiannya juga pemberian point ketika anak mampu menghafal surat-surat pendek Al-qur’an atau Hadit dan Do’a-do’a. Dalam hal ini guru melakukan pengamatan terhadap masing-masing anak dalam mengevaluasi kemampuan menghafal tanpa disadari anak.
Pada pembelajaran di kelas sentra penilaiannya dalam bentuk appersepsi dan sistem kuis ketika akan keluar untuk rehat atau mengakhiri pembelajaran.
Dalam upaya penilaian prilaku anak, guru mengamati langsung setiap gerakan atau aktivitasnya. Hasil pengamatan tersebut sebagai catatan bagi perencanaan pendekatan anak kedepan sekaligus dijadikan laporan bagi orang tua melalui media buku penghubung.[13]


[1]  TKIT Umar bin Khathab Kudus, Profil TKIT Umar bin Khathab Kudus
[2]   Hasil observasi mendalam pada tanggal 03 Maret 2005
[3]  Arie Widiana R, Wakil Kepala TKIT Umar bin Khattab,  Wawancara Pribadi, 02 Maret 2005
[4]  TKIT Umar bin Khathab Kudus, Op. Cit.
[5]  Aisyah Rahmawati, Kepala TKIT Umar bin Khattab, Wawancara Pribadi, 03 Maret 2005
[6]  Aisyah Rachmawati, Op. Cit.
[7]  Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004; Standar Kompetensi Taman kanak-kanak dan Raudhatul Athfal, Jakarta, 2004, Hlm 5-6
[8]  Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas, Kurikulum Berbasis Kompetensi; Kegiatan Belajar Mengajar, Jakarta, 2002, Hlm. 24

[9]  Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal, Jakarta, 2004, Hlm. 9

[10]  Ami, Guru TKIT Umar bin Khathab Kudus, Wawancara Pribadi, Tanggal 07 Maret 2005
[11]  Novita, Guru TKIT Umar bin Khathab Kudus, Wawancara Pribadi, Tanggal 07 Maret 2005
[12] Departemen Pendidikan Nasional, Kurikukum 2004 Standar Kompetensi Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal, Jakarta, 2004, Hlm. 10
[13]  Aisyah Rachmawati, Op. Cit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar